pengertian narasi deskripsi eksposisi argumentasi dan persuasi beserta contohnya
Paragrafmerupakan sebuah kata yang diadopsi dari bahasa Yunani paragraphos, yang berarti "menulis di samping" atau "tertulis di samping". Sedangkan menurut istilah tata bahasa Indonesia, pengertian paragraf yaitu suatu kumpulan kesatuan pikiran yang lebih tinggi serta lebih luas dari pada kalimat.
PengertianParagraf Deskripsi, Narasi, Eksposisi, Argumentasi dan Persuasi Pengertian Paragraf adalah inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan. Dalam paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau topik, kalimat-kalimat penjelas sampai
Pengertian Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya. admin August 1, 2022 karangan narasi, argumentasi, eksposisi dan persuasi. Berikut ulasan lebih lengkapnya. Pengertian karangan deskripsi adalah karangan yang disampaikan dengan cara menggambarkan topik yang diangkat sedetail dan selengkap mungkin. Sehingga pembaca seolah-olah bisa merasakan
KOMPAScom- Dalam bahasa Indonesia gabungan beberapa kalimat yang berkesinambungan dengan suatu ide pokok disebut dengan paragraf.. Berdasarkan isi di dalamnya, paragraf dibagi menjadi beberapa jenis yaitu paragraf narasi, paragraf eksposisi, paragraf deskripsi, paragraf persuasi, dan paragraf argumentasi.. Pada materi kali ini kita akan mempelajari tentang paragraf argumentasi.
1 Paragraf Deskripsi Spasial. Paragraf ini dibuat berdasarkan ruang dan waktu. Artinya, dalam paragraf ini kamu bisa menjelaskan suatu ruangan dari berbagai penjuru, luar, dalam, atas atau bahkan bawah. Kamu bisa memberi penjelasan tentang keadaan ruangan, apakah gelap, terang, pengap, berdebu, bersih, rapi, kotor, dan sebagainya.
Site De Rencontre Sérieux Et Totalement Gratuit. Deskripsi Deskripsi Adalah – Pengertian, Narasi, Eksposisi, Ciri & Contoh – Dalam keilmuan, deskripsi diperlukan agar peneliti tidak melupakan pengalamannya dan pengalaman yang dapat dibandingkan dengan pengalaman peneliti lain, sehingga mudah untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan dari deskripsi. Pengertian deskripsi adalah suatu tulisan yang isinya menggambarkan atau menjelaskan tentang suatu objek atau keadaan tertentu secara ringkas dan tepat. Secara etimologis kata “deskripsi” diadaptasi dari bahasa latin “describere” yang artinya menggambarkan atau memberikan suatu hal. Sehingga pengertian deskripsi adalah suatu bentuk karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, dan merasakan apa yang digambarkan penulis. Menurut KBBI, arti deskripsi adalah suatu pemaparan, uraian atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Ciri-Ciri Teks Deskripsi Ciri-ciri teks deskripsi adalah sebagai berikut Umumnya isi teks deskripsi terdapat penjelasan atau rincian mengenai objek, tempat, atau suasana tertentu. Teks deskripsi melibatkan panca indera penglihatan, pendengaran, pengecapan, penciuman, dan perabaan dalam menjelaskan suatu objek atau peristiwa. Teks deskripsi berisi gambaran sebenarnya mengenai suatu objek atau peristiwa secara detail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan merasakannya. Teks deskripsi umumnya mengungkapkan ciri-ciri fisik objek, misalnya ukuran, bentuk, warna, dan sifat. Kata-kata dalam teks deskripsi selalu bermakna kata sifat atau keadaan. Baca Juga “Teks Rekaman” Pengertian & Struktur – Unsur – Contoh Teks deskripsi memiliki tiga struktur utama, yaitu; identifikasi, klasifikasi, dan bagian deskripsi. Berikut penjelasan mengenai ketiganya Identifikasi, yaitu bagian yang menjelaskan mengenai penentuan identitas objek benda, manusia, dan lain sebagainya. Klasifikasi, yaitu bagian yang menjelaskan mengenai susunan atau sistem dalam suatu kelompok berdasarkan standar atau kaidah yang telah ditetapkan. Bagian Deskripsi, yaitu bagian inti dari deskripsi yang berisi gambaran atau pemaparan mengenai objek atau topik yang dibahas. Jenis-Jenis Deskripsi Jenis-jenis deskripsi adalah sebagai berikut Deskripsi Subjektif, yaitu teks deskripsi yang dibuat berdasarkan kesan yang dimiliki oleh seorang penulis terhadap objek atau topik yang dibahas. Deskripsi Spatial, yaitu teks deskripsi yang berisi penjelasan mengenai suatu objek berdasarkan data dengan referensi ruang kebumian georeference. Misalnya benda, tempat, ruang, dan lainnya. Deskripsi Objektif, yaitu teks deskripsi yang menjelaskan tentang suatu objek dengan memberikan gambaran berdasarkan keadaan objek yang sebenarnya, tanpa adanya tambahan opini dari penulis. Dalam gambaran umum menegaskan sesuatu, seperti apa yang tampak, bagaimana kedengarannya, bagaimana rasanya, dan sebagainya. Deskripsi rinci dibuat dan digunakan dalam disiplin ilmu sebagai istilah teknik. Ketika data yang dikumpulkan, deskripsi, analisis dan kesimpulan disajikan dalam angka maka disebut penelitian kuantitatif. Sebaliknya, jika data, keterangan, dan analisis kesimpulan yang disajikan dalam deskripsi kata-kata yang disebut penelitian kualitatif. Menulis deskripsi adalah menulis yang bertujuan untuk menjelaskan secara detail sebuah objek tanpa pengaruh pada pendapat penulis berpendapat dalam deskripsi tsb andy the gunnerz. Baca Juga “Spanduk” Pengertian & Fungsi – Ciri – Manfaat – Jenis – Cara Membuat Pengertian Narasi Narasi merupakan bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman nmanusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu Semi, 200329. Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca tentang suatu peristiwa yang telah terjadi Keraf, 2000136. Dari dua pengertian yang diungkapkan oleh Atarsemi dan Keraf. Dapat kita ketahui bahwa narasi berusaha menjawab sebuah proses yang terjadi tentang pengalaman atau peristiwa manusia dan dijelaskan dengan rinci berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu. Narasi adalah suatu karangan yang biasanya dihubung0hubungkan dengan cerita. Oleh sebab itu sebuah karangan narasi atau paragraf narasinya hanya kita temukan dalam novel. Cerpen, atau hikayat Zaenal Arifin dan Amran Tasai, 2002130. Narasi adalah karangan kisahan yang memaparkan terjadinya sesuatu peristiwa, baik peristiwa kenyataan, maupun peristiwa rekaan Rusyana, 19822. Dari pendapat- pendapat di atas, dapat diketahui ada beberapa halyang berkaitan dengan narasi. Hal tersebut meliputi 1. berbentuk cerita atau kisahan, 2. menonjolkan pelaku, 3. menurut perkembangan dari waktu ke waktu, 4. disusun secara sistematis. Jenis Narasi Narasi informatif Narasi informatif adalah narasi yang memiliki tujuan memberikan informasi yang tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan cerita seseorang. Narasi Ekspositorik Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki tujuan memberikan informasi yang tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan cerita seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Baca Juga “Baliho” Pengertian & Ciri – Fungsi – Manfaat – Contoh Pelaku akan menemukan biasanya, satu orang. Pelaku mengatakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir hidupnya. Karangan narasi ditandai dengan eksposisi, ketentuan eksposisi, juga berlaku dalam menulis narasi ekspositprik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta, tidak termasuk unsursugestif atau bersikap objektif. Narasi Artistik Narasi artistik adalah narasi yang bertujuan untuk memberikan tujuan tertentu, menyampaikan mandat terselubung kepada pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta, tidak termasuk unsur sugestif atau bersikap objektif. Narasi Sugestif Narasi sugestif adalah narasi yang bertujuan untuk memberikan tujuan tertentu, menyampaikan mandat terselubung kepada pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Ciri-Ciri Karangan Narasi Menurut Keraf 2000136 Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan. dirangkai dalam urutan waktu. berusaha menjawab pertanyaan, apa yang terjadi? ada konfiks. Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronlogis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi 2003 31 sebagai berikut Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis. Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya. Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik. Memiliki nilai estetika. Menekankan susunan secara kronologis. Baca Juga Pengertian Siswa Menurut Para Ahli Ciri yang dikemikakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi, bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfiks. Perbedaannya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku. Tujuan menulis karangan narasi secara fundamental yaitu Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan, memberikan pengalaman estetis kepada pembaca. Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan tetapkan sasaran pembaca kita rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita Rincian peristia-peristiwa uatama ke dalam detail-detail peristiwasebagai pendukung cerita susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang. Jenis-jenis Karangan Narasi Narasi Ekspositorik Narasi Teknis Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atay sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositprik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsursugestif atau bersifat objektif. Baca Juga “Abstrak Karya Ilmiah ” Pengertian & Ciri – Hal Yang Diperhatikan – Contoh Narasi Sugestif Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Contoh narasi berisi fakta Ir. Soekarno Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang. Contoh narasi fiksi Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya. Baca Juga Karya Sastra Melayu Klasik Pengertian Teks Eksposisi Pengertian teks eksposisi adalah sebuah paragraf atau karangan yang terkandung di dalamnya sejumlah informasi yang mana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, padat dan akurat. Ciri-ciri Teks Eksposisi Gaya informasi yang mengajak Penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya Teks Eksposisi bersifat objektif dan netral Penjelasannya disertai data-data yang akurat Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi Struktur Teks Eksposisi Pernyataan pendapat Tesis Gagasan utama tentang salah satu permasalahan berdasarkan fakta. Argumentasi Penjelasan secara mendalam tentang pernyataan pendapat dan pengungkapan fakta sebagai penjelasan dari argumen si penulis. Penegasan ulang pendapat Salah satu penguat dari pendapat serta argumen yang ditunjang oleh fakta. Jenis-jenis Teks Eksposisi Eksposisi Definisi Eksposisi definisi adalah suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi suatu topik tertentu. Eksposisi Proses Eksposisi proses adalah langkah-langkah atau cara-cara untuk melakukan sesuatu dari awal hingga akhir. Eksposisi Ilustrasi Eksposisi ilustrasi adalah teks yang memaparkan informasi atau penjelasan-penjelasan tertentu dengan caranya memberikan gambaran yang sederhana mengenai suatu topik dengan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat atau kemiripan dalam hal-hal tertentu. Baca Juga Pengertian Sastra Menurut Para Ahli Eksposisi Laporan Eksposisi laporan adalah paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah berita atau penelitian tertentu. Eksposisi Perbandingan Eksposisi perbandingan adalah eksposisi yang gagasan utamanya disajikan dengan cara membandingkan dengan yang lain. Eksposisi Pertentangan Eksposisi pertentangan adalah eksposisi ini berisi tentang hal pertentangan akan suatu hal dengan hal lainnya. Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi Unsur kebahasaan merupakan bagian-bagian yang membangun teks eksposisi. Unsur kebahasaan yang ada pada teks eksposisi adalah pronomina, konjungsi dan kata leksikal. Pronomina Pronomina adalah kata ganti orang yang dapat digunakan terutama pada saat pernyataan pendapat pribadi diungkapkan. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam Pronomina Persona kata ganti orang yaitu persona tunggal. Contohnya Ia, Dia, Anda, Kamu, Aku, Saudara, -nya, -mu, -ku, si-. Dan pesona jamak contohnya seperti Kita, Kami, Kalian, Mereka, Hadirin, Para. Pronomina Nonpersona kata ganti bukan orang yaitu pronomina penunjuk, contohnya adalah Ini, Itu, Sini, Situ, Sana. Dan pronomina penanya contohnya Apa, Mana, Siapa. Konjungsi Konjungsi atau kata penghubung digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada teks eksposisi Konjungsi waktu sesudah, setelah, lalu, sebelum, setelah itu, kemudian Konjungsi gabungan serta, dan, dengan Konjungsi pembatasan asal, kecuali, selain Konjungsi tujuan untuk, supaya, agar Konjungsi persyaratan jika, jikalau, apabila, bila, asalkan, bilamana, apabila Konjungsi perincian adalah, yaitu, ialah, antara lain, yakni Konjungsi sebab-akibat sehingga, karena, sebab, akibat, akibatnya Konjungsi pertentangan akan tetapi, tetapi, namun, melainkan, sedangkan Konjungsi pilihan atau Konjungsi penegasan/penguatan apalagi, bahkan, hanya, lagi pula, itu pun Konjungsi penjelasan bahwa Konjungsi perbandingan bagai, seperti, serupa, ibarat Konjungsi penyimpulan oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian. Baca Juga Contoh Cerita Fantasi Kata leksikal Nomina kata yang mengacu pada benda, baik nyata ataupun abstrak. Verba kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Adjektiv kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Adverbia kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara dan lain-lain. Demikian Ulasan Tentnag Sastra Semoga Bermanfaat Buat Para Sahabat Setia 😀
1. Paragraf Narasi Paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian yang diceritakan 2. Paragraf Deskripsi Paragraf yang menggambarkan objek sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan 3. Paragraf Eksposisi Paragraf yang memaparkan pengetahuan atau informasi dengan tujuan agar pembaca mendapatkan informasi dan pengetahuan sejelas-jelasnya dengan dikemukakan data-data, dan fakta untuk memperjelas pemaparannya. 4. Paragraf Argumentasi Paragraf yang membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran yang diceritakan penulis. 5. Paragraf Persuasi Paragraf yang bermaksud membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. BERKUNJUNG KE LAWANG SEWU A NARASI Liburan sekolah tahun ini saya dan keluarga berkesempatan pergi berlibur ke Jawa Tengah tepatnya di Kota Semarang, yang dimana merupakn Ibu Kota Jawa Tengah tepatnya di kota Semarang, dengan semboyanya yaitu “Kota Atlas” dimana banyak sekali keunikan yang terdapat dikkota tersebut, dan banyak sekali tempat menarik dan bersejarah yang dapat di kunjungi di Kota ini. kamipun berangkat dari rumah menuju Bandara untuk menuju Kota Semarang dengan menggunakan pesawat dengan lama perjalan sekitar dua jam,kami pun berangkat pukul satu siang dan sampai Bandara Ahmad Yani Semarang pukul tiga sore, setelah keluar Bandara kamI pun berujuan untuk mencari penginapan untuk bermalam di sekitar area Lawang sewu yang dimana objek wisata yang saya dan keluarga pilih. B DESKRIPSI setelah membersihan diri kami pun jalan-jalan malam di sekitaran Lawang sewu yang berada di Kota Semarang itu suasana malam itu sangat indah dengan berdirinya gedung Lawang sewu yang sangat kokoh itu menjadikan suasana malam itu nampak begitu eksotis dan membuat mata termanjakan, kami pun lantas berkeliling di sekitaran Lawang sewu sambil bercerita dan bersenda gurau. cerita yang dibicarkan ialah tentang gedung Lawang sewu itu sendiri yang berujung ke hal-hal mistis yang sebetulnya saya sudah sering membaca dan mendengarnya di media-media, yang menyampaikan bahwa gedung ini bukan hanya ada seribu pintu melainkan gedung dengan seribu hantu yang membuat bulu kuduk berdiri, akan tetapi kemerindingan itu sirna karena gedungnya tidak nampak seram melainkan indah dan megah. C EXPOSISI Lawang sewu merupakan sebuah gedung yang berada di kota semarang, jawa tengah yang dahulu merupakn kantor dari “nederlansch indishe spoorweg maatschppij” NISM, dan dibangun pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907, terletak pada bundaran tugu muda semarang yang dahulu disebut Wilhelmina Plein. saat ini bangunan yang berusia 100 tahun tersebut kosong dan bereputasi buruk sebagai bangunan angker dan seram, akan tetapi sesekali digunakan sebagai tempat pameran, diantaranya adalah Semarang Expo dan Tourism Expo. D ARGUMENTASI keesokan harinya kami bergegas meninggalkan gedung itu,kami pun lanjut ke tempat wisata lain, kesan yang saya dapat pun beragam, orang-orang banyak yang berfikiran bahwa Lawang sewu tempat angker banyak hantu yang berkeliaran dan tampat banyaknya orang yang terbunuh di gedung itu. tetapi itu bertolak belakang dengan yang aslinya yang ternyata sangat mempesona nan elok dimata itu, mungkin kebiasaan umum orang Indonesia yang masih suka hal-hal mistis menjadikan Lawang sewu menjadi tempat wisata mistis. E PERSUASI namun sangat disayangkan gedung yang indah dan penuh sejarah itu dibeberapa tempat banya sekali coretan oleh tangang-tangan orang jahil, seharusnya kita dapat menjaga gedung itu dengan baik karena anak cucu kita pasti ingin sekalai melihat gedung ini. maka dari itu kita harus jaga dan lestarikan tempat bersejarah itu bukan hanya di gaedung lawang sewuu itu saja tapi di tempat-tempat bersejarah lain SEKIAN….
Paragraf adalah sekelompok kalimat yang memiliki inti yang sama. Sebuah paragraf terdiri dari dua unsur yaitu kalimat utama dan penjelas. PembahasanPada kesempatan ini, soal meminta kita untuk menyajikan makna dari paragraf narasi, deskripsi, eksposisi, dan persuasif. Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Paragraf narasi adalah paragraf yang menyajikan peristiwa atau ide yang disusun secara deskripsi adalah paragraf yang menyajikan informasi berupa ciri-ciri atau penampilan fisik dari sebuah eksposisi adalah paragraf yang menyajikan ilmu pengetahuan dalam bentuk ringkas dan persuasif adalah paragraf yang menyajikan saran, masukan, atau bujukan kepada para pembacanya sehingga mau melakukan suatu tindakan atau mjenyetujui suatu gagasan secara lebih lanjutPada materi ini, kamu dapat belajar tentang paragraf jawabanKelas VIIIMata pelajaran Bahasa IndonesiaBab Bab 1 - SastraKode kategori kunci paragraf narasi
- Artikel merupakan karya tulis yang berisikan pendapat penulis mengenai isu atau permasalahan yang terjadi. Walau memuat opini, artikel tetap harus dibuat berdasarkan fakta dan data. Selain itu, opini yang termuat juga harus didukung dengan berbagai analisa serta data dari buku Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif 2017 karya Aninditya Sri Nugraheni, artikel bisa mengangkat berbagai tema, terutama yang membahas masalah sosial dan kemanusiaan. Ada banyak jenis artikel. Namun, umumnya artikel dibagi menjadi lima jenis, yaitu artikel narasi, artikel deskripsi, artikel eksposisi, artikel persuasi, serta artikel argumentasi. Artikel narasi Menuru Sri Rahayu dalam buku Artikel 2020, artikel narasi adalah jenis artikel yang berisikan rangkaian peristiwa secara sistematis atau juga Artikel Pengertian dan Fungsinya dalam Media Massa Dalam artikel narasi, biasanya penulis mengangkat kisah seorang tokoh yang digambarkan sedang menghadapi permasalahan atau konflik tertentu. Jenis artikel ini bisa berupa fakta dan fiksi. Disebut fakta karena didasarkan pada pengalaman nyata seseorang. Dikatakan fiksi karena peristiwanya tidak benar-benar terjadi, namun terinspirasi dari kisah nyata. Artikel deskripsi Adalah jenis artikel yang menggambarkan suatu hal, keadaan, atau peristiwa kepada pembaca. Artikel deskripsi mampu membuat pembaca seolah-olah merasakan, melihat, serta mendengar peristiwa secara langsung. Agar bisa membuat artikel deskripsi, penulis harus melakukan pengamatan peristiwa atau kejadian terlebih dahulu. Setelah itu, peristiwa disusun secara berurutan dan jelas dalam teks artikel. Artikel eksposisi Artikel ini berisikan penjelasan atau informasi mengenai suatu topik. Jenis artikel ini ditujukan untuk memberi pengetahuan tambahan bagi pembaca.
Paragraf argumentasi dan paragraf narasi adalah dua diantara jenis-jenis paragraf selain paragraf deduktif, paragraf induktif, paragraf campuran, dan juga paragraf ineratif. Selain itu kedua paragraf tersebut juga masuk ke dalam jenis-jenis paragraf berdasarkan isinya, selain paragraf persuasi, paragraf eksposisi, dan paragraf deskripsi. Kedua paragraf tersebut mempunyai sejumlah perbedaan di dalamnya. Adapun perbedaan-perbedaan tersebut akan dibahas di bawah ini! 1. Paragraf Argumentasi Paragraf ini merupakan suatu paragraf yang bertujuan untuk mengemukakan pendapat atau argumentasi pribadi beserta dengan alasan-alasan yang mendukung pendapat tersebut. Adapun alasan-alasan tersebut harus berdasarkan fakta dan data yang ada, serta harus disampaikan secara logis agar para pembaca memahami serta menyetujui argumentasi yang hendak disampaikan pada paragraf ini. Paragraf argumentasi biasanya terkandung dalam jenis-jenis karangan semi ilmiah, seperti opini, artikel, dan juga esai. Paragraf ini sendiri mempunyai sejumlah ciri, yaitu Berisi pandangan, pendapat, atau argumentasi penulis tentang suatu isu. Bersifat subjektif. Pendapat diperkuat sejumlah alasan-alasan yang berdasarkan fakta dan data di lapangan. Bertujuan untuk mempengaruhi pembaca agar pembaca menyetujui pendapat yang disampaikan. 2. Paragraf Narasi Paragraf narasi merupakan paragraf yang berisi gambaran suatu peristiwa yang disampaikan secara kronologis dan runtut. Tujuan dari paragraf ini sendiri adalah untuk memberi wawasan atau gambaran dari sebuah peristiwa secara runtut dan kronologis. Peristiwa yang disampaikan atau diceritakan dalam paragraf narasi bisa berdasarkan kepada pengalaman pribadi penulis. Selain itu, paragraf narasi juga bisa dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi dari penulis sendiri. Bahkan, sebuah karangan narasi bisa ditulis berdasarkan pengalaman pribadi yang dipadukan dengan daya khayal atau imajinasi dari penulis sendiri. Seperti halnya pada paragraf argumentasi, paragraf ini juga mempunyai sejumlah ciri, yaitu Berisi gambaran suatu peristiwa yang diceritakan secara kronologis dan runtut. Bersifat subjektif. Adanya keterangan waktu di dalamnya. Cerita bisa berdasarkan pengalaman pribadi, imajinasi penulis, atau gabungan diantara keduanya. Tidak berpretensi untuk mempengaruhi pembaca. Tujuan utamanya hanya sekadar memberi wawasan atau gambaran dari suatu peristiwa. Dari pemaparan-pemaparan di atas, bisa disimpulkan bahwa perbedaan antara paragraf argumentasi dan narasi adalah sebagai berikut! Paragraf argumentasi merupakan paragraf yang berisi pendapat pribadi penulis yang diperkuat sejumlah fakta dan data yang ada. Sementara itu, paragraf narasi berisi suatu peristiwa yang diceitakan secara kronologis dan runtut. Paragraf argumentasi mengandung fakta dan data yang memperkuat pendapat penulis, sedangkan paragraf narasi berisi keterangan waktu yang menjelaskan kapan urutan peristiwa itu berlangsung. Paragraf argumentasi mempunyai tujuan untuk mempengaruhi pembaca supaya pembaca menyetujui argumentasi yang disampaikan penulis. Sementara itu, paragraf narasi tidak berpretensi untuk mempengaruhi pembaca paragraf tersebut. Paragraf ini hanya sekadar menggambarkan atau memberi wawasan tentang suatu peristiwa secara runtut, dan sisanya biarkan pembaca yang mencerna dan menafsirkan paragraf narasi yang disampaikan tersebut. Secara garis besar, bisa kita simpulkan bahwa perbedaan paragraf argumentasi dan narasi dalam bahasa Indonesia terdiri atas tiga hal. Adapun tiga hal tersebut antara lain isi dari paragrafnya sendiri, unsur yang terkandung di dalamnya, serta tujuan dari paragraf tersebut. Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan paragraf argumentasi dan narasi dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai paragraf khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih. ciri, fungsi, jenis, kata, macam, makna, pengertian, pengggunaan ← Previous Next →
pengertian narasi deskripsi eksposisi argumentasi dan persuasi beserta contohnya